Friday, June 21, 2013

Tugas Photoshop

Posted by Nurul Aisiyah at 10:46 PM 0 comments
Untuk melihatnya klik disini

Monday, June 17, 2013

VENIPUNCTURE

Posted by Nurul Aisiyah at 8:59 AM 0 comments

A. Metode Wing Needle



Wing needle adalah ujung spuit atau jarum yang digunakan untuk pengambilan secara vakum.Needle ini bersifat mudah diganti sehingga mudah dilepas dari spuit serta container vacuum. Penggantian needle dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan besarnya vena yang akan diambil atau untuk kenyamanan pasien yang menghendaki pengambilan dengan jarum kecil.
Wing needle dilengkapi dengan saluran Fleksibel dan berfungsi menghindarkan kerusakan pada sample karena guncangan selama prosedur dilaksanakan.  Jarum bersayap atau sering juga dinamakan jarum “kupu-kupu” hampir sama dengan jarum vakutainer seperti yang disebutkan di atas. Perbedaannya adalah, antara jarum anterior dan posterior terdapat dua buah sayap plastik pada pangkal jarum anterior dan selang yang menghubungkan jarum anterior dan posterior. Jika penusukan tepat mengenai vena, darah akan kelihatan masuk pada selang (flash).

Indikasi (Kegunaan)
Karena wing needle memiliki ukuran jarum yang relatif kecil dan pendek, maka kegunaan dari jarum ini pun khusus. Tidak setiap vena diambil dengan wing needle.Indikasinya adalah sebagai berikut :
1.      Vena yang kecil pada anak-anak/bayi dan orang tua.
2.      Penderita luka bakar yang cukup berat.
3.      Untuk pengobatan IV (Intra Vena)
4.      Pada seseoang yang memiliki vena tipis,rapuh atau tidak dapat diakses
5.      Untuk meminimalkan nyeri ketika Insersi atau penusukan ideal pada Neonatus anak atau lansia dengan vena yang rapuh dan tidak kuat.

Kelemahan Wing Needle
1.      Aliran darah kurang lancar.
2.      Darah cepat membeku dan menyumbat selang.
3.      Kemungkinan hemolisis tinggi.

B. Metode Spuit
Pengambilan darah vena secara manual dengan alat suntik (syring) merupakan cara yang masih lazim dilakukan di berbagai laboratorium klinik dan tempat-tempat pelayanan kesehatan. Alat suntik ini adalah sebuah pompa piston sederhana yang terdiri dari sebuah sebuah tabung silinder, pendorong, dan jarum. Berbagai ukuran jarum yang sering dipergunakan mulai dari ukuran terbesar sampai dengan terkecil adalah : 21G, 22G, 23G, 24G dan 25G. Jarum yang sering digunakan ukuran 22G. Pengambilan darah dengan suntikan ini baik dilakukan pada pasien usia lanjut dan pasien dengan vena yang tidak dapat diandalkan (rapuh atau kecil).
Indikasi Metode Spuit
1.      Bila dilakukan pemeriksaan yang memerlukan specimen darah lebih dari 0,5 cc.
2.      Bila terdapat pemeriksaan yang memerlukan serum, plasma, maupun wholeblood.
3.      Indikasi venipuncture dengan metode spuit adalah bila ditemukan pasien yang memiliki vena yang sulit (rapuh, halus, dan mudah bergeser).
  
C. Metode Vacum Tube / Tabung Vakum

 
Vacutainer adalah alat kesehatan yang berupa tabung steril yang terbuat dari kaca atau plastik steril yang berfungsi untuk menarik atau mengambil darah. Jenis tabung ini berupa tabung reaksi yang hampa udara, terbuat dari kaca atau plastik. Ketika tabung dilekatkan pada jarum, darah akan mengalir masuk ke dalam tabung dan berhenti mengalir ketika sejumlah volume tertentu telah tercapai. Beberapa produk vacutainer diantaranya seperti Vacutainer BD, Greiner, Green Vac, Vaculab, dan beberapa produk lokal lainnya.
 
Indikasi metode vacuum tube :
·         1. Untuk pemeriksaan menggunakan koagulan
·         2. Untuk pengambilan darah dalam jumlah yang besar
·         3. Untuk pemeriksaan yang membutuhkan serum,plasma,wholeblood

 Urutan Pengambilan Darah dengan Tabung Vacum
Bila dalam satu kali pengambilan darah dibutuhkan untuk beberapa pemeriksaan, maka seorang phlebotomis harus melakukan pengurutan tabung vacum sebagai berikut :
  • Tabung untuk kultur darah (atau test lain dengan spesimen steril)
  • Berikutnya, tabung tertutup Merah atau Abu - Abu tanpa zat tambahan dan gel pemisah digunakan untuk pemeriksaan Kimiawi.
  • Tabung bertutup Biru Terang (Zat aditif : Natirum Sitrat) atau tabung untuk tes koaglasi, digunakan untuk pemeriksaan Hematologi. Khususnya untuk pemeriksaan fibrinogen, tabung vacum harus pas dengan garis saat pengambilan darah.
  • Tabung bertutup Hijau
  • Tabung bertutup Ungu (Zat Aditif : EDTA), digunakan untuk pemeriksaan Hematologi Rutin.
  • Tabung bertutup Abu - Abu (zat aditif : K-Oksalat/Na Fluorida)
Dalam pengambilan darah menggunakan tabung vakum harus urut, karena :
* Urutan pengambilan darah ini ditunjukkan untuk menghindari kontaminasi antar tabung.
Berapa kegagalan dalam sampling menggunakan tabung vacum, adalah :
1. Kevakuman tabung berkurang (Jarum telah menembus tutup karet tabung)
2. Posisi jarum salah, dikarenakan :
·          Lubang jarum menempel pada bagian atas/bawah dinding vena
·         Jarum masuk terlalu dalam atau kurang dalam
·         Jarum masuk ke dalam vena yang kolaps

Keuntungan menggunakan metode pegambilan ini adalah tidak perlu membagi-bagi sampel darah kedalam beberapa tabung. Cukup sekali penusukan dapat digunakan untuk beberapa tabung secara bergantian sesuai dengan jenis test yang diperlukan.
Kekurangan menggunakan metode ini adalah sulitnya pengambilan pada orang tua,anak kecil,bayi,atau jika vena idak bias diandalkan (kecil,rapuh) atau jika pasien gemuk.Untuk mengatasi hal ini mungkin bias menggunakan jaraum wing needle.
Yang perlu diperhatikan dalam pengambilan darah menggunakan tabung vakum yaitu  jangan sampai saat jarum dilepaskan sebelum tabung vakum terisi penuh sehingga mengakibatkan masukknya udara ke dalam tabung dan merusak sel darah merah. Vakum ini pertama kali dipasarkan oleh perusahaan AS BD (Becton-Dickinson) di bawah nama dagang Vacutainer. Vacutrainer yang paling populer digunakan adalah  Vacutainer Vacubest. Masing-masing warna cap (tutup) vacutainet vacubest mempunyai kegunaan masing-masing.

Kontraindikasi
Kontra indikasi venipuncture dengan menggunakan spuit :
1.      Lengan pada sisi mastectomy ( lengan pada sisi payudara yang diangkat).
2.      Daerah edema (daerah yang membengkak karena banyak cairan jaringan).
3.      Hematoma 
4.      Daerah dimana darah sedang ditranfusikan 
5.      Daerah bekas luka
6.      Daerah bekas cangkokan vascular
7.      Daerah intra-vena lines.

Kontra indikasi venipuncture dengan menggunakan Tabung Vakum :
1.    Jika terdapat tanda-tanda infeksi, infiltrasi atau thrombosis pada tempat penusukan
2.    Pasien dengan masektomi yang mengalami gangguan pada tangannya
3.    Fistula Arteriovenus
4.    Lengan yang mengalami gangguan atau kelumpuhan
5.    Lengan dengan gangguan sirkulasi ataupun neurologis

Kontra indikasi venipuncture menggunakan wing needle:
  Pada umumnya kontraindikasi wing needle dengan spuit sama, antara lain :
1.    Mastectomy pada sebagian / seluruh lengan (pada salah satu lengan ataupun kedua lengan).
2.    Daerah oedema (daerah yang membengkak karena terdapat banyak cairan jaringan).
3.    Daerah hematoma.
4.    Daerah dimana darah sedang ditransfusikan.
5.    Daerah bekas luka.
6.    Daerah dengan cannula, fistula , atau cangkokan vascular.
7.    Daerah intra - vena lines. Pengambilan darah di daerah ini dapat menyebabkan darah menjadi lebih encer dan meningkatkan atau menurunkan kadar zat tertentu.
 

LOKASI
Penentuan posisi pengambilan sampel darah, terutama ditentukan oleh jenis pemeriksaan yang akan dilakukan. Pertimbangan untuk sesedikit mungkin menimbulkan trauma tentu tetap penting.Pengambilan sampel darah  pada bayi relatif lebih sulit, yang makin muda. Perlu teknik tinggi dan pengalaman lapangan lama. Tempatnya sering harus mencari-cari yang paling memungkinkan. Paling disukai tetap di siku-dalam, tetapi bisa juga di kaki.
Beberapa ciri yang lebih mungkin ada hambatan pengambilan :
1.    Anak gemuk,sehingga tidak mudah menentukan lokasi pembuluh darah.
2.    Anak dengan pembuluh darah kecil, biasanya anak perempuan lebih kecil ukurannya, sehingga lebih sulit diambil.
3.    Anak dengan pola posisi pembuluh darah yang berbeda. Meski ada pola umum,ada pula yang polanya berbeda, sehingga phlebotomis harus mencari lebih lama.

Lokasi yang tidak diperbolehkan diambil darah adalah :
a)                  Lengan pada sisi mastectoma
b)                  Daerah edema
c)                  Hematoma
d)                 Daerah dimana darah sedang ditransfusikan
e)                  Daerah bekas luka
f)                   Daerah dengan cannula, fistula atau cangkokan vascular
g)                  Daerah intra-vena lines Pengambilan darah di daerah ini dapat menyebabkan darah menjadi lebih encer dan dapat meningkatkan atau menurunkan kadar zat tertentu.

Yang perlu diperhatikan dalam mengambil darah adalah:
 
1. Pemasangan torniquet (tali pembendung)
* Pemasangan dalam waktu lama dan terlalu keras dapat menyebabkan hemokonsentrasi (peningkatan nilai hematokrit/PCV dan elemen sel), peningkatan kadar substrat (protein total, AST, besi, kolesterol, lipid total * Melepas torniquet sesudah jarum dilepas dapat menyebabkan hematoma.
2. Jarum dilepaskan sebelum tabung vakum terisi penuh sehingga mengakibatkan masukknya udara ke dalam tabung dan merusak sel darah merah. 
 3. Penusukan
* Penusukan yang tidak sekali kena menyebabkan masuknya cairan jaringan sehingga dapat mengaktifkan pembekuan. Di samping itu, penusukan yang berkali-kali juga berpotensi menyebabkan hematoma.
* Tusukan jarum yang tidak tepat benar masuk ke dalam vena menyebabkan darah bocor dengan akibat hematoma.
 4. Kulit yang ditusuk masih basah oleh alkohol menyebabkan hemolisis sampel akibat kontaminasi oleh alcohol, rasa terbakar dan rasa nyeri yang berlebihan pada pasien ketika dilakukan penusukan.
·        

 

WELCOME TO MY BLOG Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei